Misteri Keberadaan Atlantis

Plato_Atlantis
ancientorigins.net

Sampai hari ini, Plato mungkin bisa disebut orang yang paling bertanggung jawab lantaran teka-tekinya tentang keberadaan Pulau Atlantis. Pertama kali ia menyebutkannya dalam sebuah dialog monolog panjang yang ditulisnya pada abad ke-4 SM, yakni Timaeus dan Critias. Dalam dialognya ia dengan rinci memberi petunjuk perihal keberadaan Atlantis, namun marka-marka yang ditulisnya tetap menimbulkan penafsiran yang beragam di seluruh dunia. Atlantis adalah pulau besar diluar selat Gibraltar. Besarnya adalah Libya dan Asia bila disatukan.

Timaeus, buku dialog yang dimulai dengan pembukaan, lalu diikuti beberapa catatan mengenai pembuatan alam semesta dan strukturnya, serta tentang peradaban kuno. Plato kemudian berkisah:

“Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.”

Jadi menurut Plato, Atlantis tenggelam hanya semalam akibat gempa dan banjir sekitar 11.600 tahun silam.

atlantis_ilustrasi
piyunganonline.co

Dikisahkan dalam  Critias pada saat Solon, seorang negarawan Athena melakukan kunjungan ke Mesir dan menemukan pendeta Mesir Kuno dari Sais pernah ditulis catatan tentang adanya “sebuah pulau benua di bawah pilar-pilar Hercules”. Pulau tersebut merupakan sebuah negeri imperium yang menakjubkan. Penduduknya banyak dan kota-kotanya beratapkan emas. Juga memiliki pasukan armada laut yang besar. Negeri ini juga memiliki tentara darat yang masif, yang sewaktu-waktu bisa melakukan penaklukan dan invasi ke daerah lainnya. Negeri itu kemudian disebut Atlantis.

Atlantis
ancientorigins.net

Dalam bahasa Yunani, Atlantis berarti Pulai Atlas, dimana makna Atlas sendiri adalah nama Dewa Penyangga Bumi dan dipopulerkan sebagai buku yang mempetakan geografis dunia. Bisa jadi Plato menggunakan istilah Atlantis karena pulau tersebut memang sebuah pulau yang sangat besar yang terletak di luar selat Gibraltar, di mana orang Yunani menyebutnya “Pilar Hercules”. Plato juga menuliskan ciri-ciri geografis yang menggambarkan Arlantis, antara lain sebagai berikut:

  • Berada di luar Selat Gibraltar, selat yang memisahkan samudera Atlantik dan laut Tengah.
  • Memiliki mirofologi yang jelas berupa selang-seling daratan dan perairan yang berbentuk cincin sebagai pusatnya.
  • Dihuni masyarakat maju dengan keterampilan pengolahan dalam ilmu logam, mineral, dan navigasi.
  • Setiap saat bisa dicapai melalui laut jika ingin mengunjunginya dari Athena.
  • Lebih besar dari Libya, Anatolia serta Timur Tengah dan Sinai jika digabungkan.
  • Terletak di suatu tempat yang tanahnya ada atau masih ada.
  • Penduduknya padat dan bisa membentuk pasukan perang hingga 1.200.000 pasukan.

Beberapa sarjana barat menambahkan bahwa penduduk Atlantis sangat cerdas, mereka juga bisa menguasai bahasa binatang. Selain itu, lingkungan di sekitar Atlantis juga sangat permai dengan hamparan padang rumput hijau di beberapa sudut kota. Dari segi teknologi, penduduk Atlantis sudah mengenal piring terbang dimana mereka menggunakan medan magnetik untuk perputaran dan pendaratan.

Beberapa uraian di atas sama sekali belum ada petunjuk tentang letak yang pasti, dimana sebetulnya keberadaan Atlantis. Ini menyebabkan timbul pendapat bahwa Atlantis adalah negeri fiksi seorang Plato.

Aristoteles (384-382 SM), murid dari Plato sendiri tercatat sebagai salah satu orang yang tidak percaya pada sang guru tentang keberadaan Atlantis. Namun belakangan, ia menulis tentang pulau di Samudera Atlantik yang oleh orang Cathaginia disebut Antilia.

Murid Pato yang lain, Crantor, konon menyaksikan sendiri sisa tiang peninggalan Atlantis di Mesir di mana ia menemukan huruf hieroglif pada sebuah kolom. Tetapi Plato tidak pernah menuliskan tentang huruf tersebut.

Beberapa peneliti dan penulis era modern juga tak mau ketinggalan untuk membuktikan ucapan Plato.

Tahun 1927, Francis Bacon dalam essainya New Atlantis menggambarkan sebuah masyarakat Utopia yang ia sebut Bensalem, letaknya berada di lepas pantai barat Amerika. Karakter masyarakat itu diceritakan mirip dengan apa yang Plato gambarkan mengenai Atantis. Ia yakin tempatnya adalah di Amerika. Namun, Bacon tidak menjelaskan apakah Amerika Utara atau Amerika Selatan.

Tak mau kalah, Sarjana Swedia, Olaus Redbeck kemudian mempublikasikan risalah berjudul Arland dalam beberapa seri yang dimulai pada tahun 1679. Ini dilakukan sebagai usahanya untuk membuktikan bahwa Swedia adalah Atlantis, tempat lahir peradaban, dan Swedia merupakan bahasa asli Nabi Adam.

Issac Newton pada tahun 1728 juga pernah membuat studi The Chronology of Ancient Kingdoms Amended yang mengaitkannya dengan mitologi negeri Atlantis.

Lalu dimana keberadaan Atlantis itu sekarang?

Berikut beberapa tempat yang diduga sebagai lokasi Atlantis:

  1. Tengah Lautan Atlantik
    Tepatnya di Kepulauan Canary, suatu tempat di Samudera Atlantik tapi cukup dekat untuk kapal untuk melewati selat Gibraltar dan Mediterania.
  2. Kepulauan Azeros
    Terletak 1.500 KM dari sebelah barat pantai Portugal, terdiri dari gugusan kepualuan.
  3. Laut Celtic, Inggris
    Dipercaya sebagai Atlantis oleh beberapa ilmuan Moskow dengan acuan Atlantis berada di sebuah bantaran tunggal kecil di dasar Atlantik.
  4. Di sekitar Siprus
    Terdapat penemuan dua naskah Plato yang dianggap sebagai petunjuk adanya Atlantis di sekitar daerah itu.
  5. Tempat lainnya:
    Al-Andalus, Kreta dan Santroni, Turki, Timur Tengah, Malta, Sardinia, Troya, Antartika, Australia, tepi Bahama dan Karibia, Bolivia, Laut Hitam, Inggris, Irlandia, Tanjung Verde, Denmark, Finlandia, Indonesia (Sundaland), Isle de la Juventud dekat Kuba, Meksiko, Laut Utara, Estremadura (Portugal) dan Swedia.
atlantis_indonesia
rimanews.com

Tahun 2005, Prof. Arysio Nunes dos Santos, Ph.D seorang fisikawan nuklir dan ahli geologi menyebutkan bahwa Indonesia adalah termasuk ke dalam wilayah negeri Atlantis bersama kawasan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Ia menelusurinya dengan pengamatan dan pendekatan menurut ilmu geologi, astronomi, paleontologi, arkeologi, linguistik, etnologi dan beberapa perbandingan lainnya. Menurutnya, Atlantis tidak pernah ditemukan karena sebagian orang mencarinya di tempat yang salah sebagaimana tertuang dalam bukunya Atlantis The Lost Continent Finally Sound.

Dan entah sampai kapan, misteri negeri Atlantis yang hilang akan terungkap. Yang pasti, hilangnya Atlantis bisa jadi karena kepongahan manusia sebagai penghuninya yang tidak menjaga keseimbangan kehidupan, bahwa ada Tuhan Yang Maha Menciptakan.

 

Sumber : Misteri-Misteri yang Paling Bikin Penasaran – Indonesia dan Dunia oleh Ali Zaenal

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s